Artikel

Peta Proyek Strategis RoeKI: Arah Penguatan Ekosistem Kelapa Nasional Berbasis Wilayah

Peta Proyek Strategis RoeKI: Arah Penguatan Ekosistem Kelapa Nasional Berbasis Wilayah

Peta Proyek Strategis Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menggambarkan arah dan fokus pengembangan ekosistem kelapa nasional yang terstruktur, berbasis potensi wilayah, serta selaras dengan strategi hilirisasi dan bioekonomi Indonesia. Peta ini menjadi landasan visual perencanaan RoeKI dalam membangun industri kelapa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan pendekatan kolaboratif, berkelanjutan, dan berbasis data.

Sebagai salah satu negara produsen kelapa terbesar dunia, Indonesia memiliki sebaran perkebunan kelapa yang luas dan beragam. Melalui pemetaan ini, RoeKI mengidentifikasi wilayah-wilayah prioritas berdasarkan luas areal tanam, estimasi produksi, serta kesiapan ekosistem pendukung, sehingga setiap inisiatif pengembangan dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang optimal bagi petani, industri, dan daerah.

Salah satu fokus utama dalam peta ini adalah pembentukan klaster strategis “Segitiga Kelapa” Riau – Kepulauan Riau (Kepri) – Jambi. Ketiga wilayah ini memiliki keterkaitan geografis, logistik, dan historis dalam rantai pasok kelapa, serta potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat produksi, pengolahan, dan distribusi kelapa nasional. Riau dan Jambi berperan sebagai basis produksi utama dengan luasan kebun yang signifikan, sementara Kepulauan Riau memiliki posisi strategis sebagai simpul logistik dan gerbang hilirisasi menuju pasar domestik dan ekspor.

Selain klaster segitiga tersebut, peta RoeKI juga menyoroti wilayah-wilayah prioritas lain seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur, yang memiliki kontribusi penting terhadap produksi kelapa nasional. Di kawasan-kawasan ini, RoeKI mendorong penguatan budidaya kelapa rakyat, peningkatan produktivitas, serta pengembangan industri turunan bernilai tambah.

Peta ini secara jelas membedakan antara lokasi prioritas dan lokasi tidak prioritas sebagai bagian dari strategi penahapan pengembangan. Pendekatan ini memungkinkan RoeKI untuk memfokuskan sumber daya, investasi, dan program inovasi pada wilayah dengan kesiapan tertinggi, sembari menyiapkan roadmap pengembangan jangka menengah dan panjang bagi wilayah lainnya agar dapat terintegrasi ke dalam ekosistem kelapa nasional.

Dalam konteks global, peta ini juga menempatkan Indonesia dalam lanskap negara-negara produsen kelapa dunia, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok internasional. Hal ini menjadi dasar bagi RoeKI untuk mendorong peningkatan daya saing kelapa Indonesia melalui standardisasi, inovasi produk, serta percepatan hilirisasi.

Peta Proyek Strategis RoeKI disusun sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk peta jalan hilirisasi kelapa dan pengembangan bioekonomi berbasis sumber daya hayati. Melalui pemetaan ini, RoeKI menegaskan visinya untuk membangun ekosistem kelapa nasional yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan—bukan sekadar penghasil bahan baku, tetapi sebagai fondasi industri masa depan yang mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Peta Proyek Strategis Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menggambarkan arah dan fokus pengembangan ekosistem kelapa nasional yang terstruktur, berbasis potensi wilayah, serta selaras dengan strategi hilirisasi dan bioekonomi Indonesia. Peta ini menjadi landasan visual perencanaan RoeKI dalam membangun industri kelapa yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan pendekatan kolaboratif, berkelanjutan, dan berbasis data.

Sebagai salah satu negara produsen kelapa terbesar dunia, Indonesia memiliki sebaran perkebunan kelapa yang luas dan beragam. Melalui pemetaan ini, RoeKI mengidentifikasi wilayah-wilayah prioritas berdasarkan luas areal tanam, estimasi produksi, serta kesiapan ekosistem pendukung, sehingga setiap inisiatif pengembangan dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang optimal bagi petani, industri, dan daerah.

Salah satu fokus utama dalam peta ini adalah pembentukan klaster strategis “Segitiga Kelapa” Riau – Kepulauan Riau (Kepri) – Jambi. Ketiga wilayah ini memiliki keterkaitan geografis, logistik, dan historis dalam rantai pasok kelapa, serta potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat produksi, pengolahan, dan distribusi kelapa nasional. Riau dan Jambi berperan sebagai basis produksi utama dengan luasan kebun yang signifikan, sementara Kepulauan Riau memiliki posisi strategis sebagai simpul logistik dan gerbang hilirisasi menuju pasar domestik dan ekspor.

Selain klaster segitiga tersebut, peta RoeKI juga menyoroti wilayah-wilayah prioritas lain seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur, yang memiliki kontribusi penting terhadap produksi kelapa nasional. Di kawasan-kawasan ini, RoeKI mendorong penguatan budidaya kelapa rakyat, peningkatan produktivitas, serta pengembangan industri turunan bernilai tambah.

Peta ini secara jelas membedakan antara lokasi prioritas dan lokasi tidak prioritas sebagai bagian dari strategi penahapan pengembangan. Pendekatan ini memungkinkan RoeKI untuk memfokuskan sumber daya, investasi, dan program inovasi pada wilayah dengan kesiapan tertinggi, sembari menyiapkan roadmap pengembangan jangka menengah dan panjang bagi wilayah lainnya agar dapat terintegrasi ke dalam ekosistem kelapa nasional.

Dalam konteks global, peta ini juga menempatkan Indonesia dalam lanskap negara-negara produsen kelapa dunia, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok internasional. Hal ini menjadi dasar bagi RoeKI untuk mendorong peningkatan daya saing kelapa Indonesia melalui standardisasi, inovasi produk, serta percepatan hilirisasi.

Peta Proyek Strategis RoeKI disusun sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk peta jalan hilirisasi kelapa dan pengembangan bioekonomi berbasis sumber daya hayati. Melalui pemetaan ini, RoeKI menegaskan visinya untuk membangun ekosistem kelapa nasional yang terukur, inklusif, dan berkelanjutan—bukan sekadar penghasil bahan baku, tetapi sebagai fondasi industri masa depan yang mampu menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Kelapa Indonesia: Sumber Kehidupan, Peluang Bisnis, dan Masa Depan Industri Berkelanjutan

Kelapa Indonesia: Sumber Kehidupan, Peluang Bisnis, dan Masa Depan Industri Berkelanjutan

Kelapa adalah salah satu komoditas paling penting di Indonesia. Hampir seluruh wilayah pesisir dan pedesaan Indonesia mengenal kelapa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai bahan pangan, kelapa juga menjadi sumber penghidupan, peluang bisnis, dan solusi industri berkelanjutan.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia, dengan potensi luar biasa dari hulu hingga hilir. Dari satu buah kelapa, dapat dihasilkan berbagai produk bernilai tinggi yang dibutuhkan pasar nasional maupun global.

Roemah Kelapa Indonesia hadir sebagai pusat informasi, edukasi, dan kolaborasi untuk mengembangkan potensi kelapa Indonesia secara maksimal.

Potensi Kelapa Indonesia yang Sangat Besar
Indonesia memiliki jutaan hektar perkebunan kelapa yang tersebar di berbagai daerah seperti Sulawesi, Maluku, Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa. Kelapa Indonesia dikenal unggul karena:

  • Tumbuh alami di iklim tropis

  • Kualitas daging kelapa yang baik

  • Produksi berkelanjutan sepanjang tahun

  • Tenaga kerja dan kearifan lokal yang kuat

Kelapa Indonesia bukan hanya komoditas pertanian, tetapi juga aset strategis nasional.

Produk Turunan Kelapa Bernilai Tinggi
Produk kelapa Indonesia memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan global yang terus meningkat.
Beberapa produk unggulan kelapa antara lain:

  • Virgin Coconut Oil (VCO)

  • Gula kelapa organik

  • Santan instan

  • Tepung kelapa

  • Briket arang tempurung kelapa

  • Cocopeat dan cocofiber

  • Air kelapa kemasan

  • Kerajinan tempurung kelapa

Produk-produk ini menjadi andalan ekspor Indonesia ke berbagai negara.

Kelapa dan Peluang Bisnis di Era Modern
Bisnis kelapa kini tidak lagi terbatas pada skala tradisional. Inovasi teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk alami menjadikan kelapa sebagai komoditas masa depan.
Peluang bisnis kelapa meliputi:

  • UMKM olahan kelapa

  • Industri makanan dan minuman

  • Produk kesehatan dan kosmetik

  • Energi terbarukan

  • Ekspor produk kelapa

Roemah Kelapa Indonesia mendukung pengembangan bisnis kelapa dari petani hingga pasar global.

Peran Roemah Kelapa Indonesia
Roemah Kelapa Indonesia dibangun sebagai:

  • Pusat informasi dan edukasi kelapa

  • Hub kolaborasi petani, UMKM, dan industri

  • Wadah inovasi produk kelapa

  • Penggerak ekonomi berbasis kelapa

  • Penguat branding kelapa Indonesia

Kelapa bukan sekadar buah tropis, melainkan sumber kehidupan dan peluang tanpa batas. Dengan pengelolaan yang tepat, kelapa Indonesia mampu menjadi kekuatan ekonomi dunia dan Roemah Kelapa Indonesia berkomitmen menjadi bagian dari perjalanan besar ini, menjadikan kelapa sebagai simbol kesejahteraan dan keberlanjutan Indonesia.

Kelapa adalah salah satu komoditas paling penting di Indonesia. Hampir seluruh wilayah pesisir dan pedesaan Indonesia mengenal kelapa sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya sebagai bahan pangan, kelapa juga menjadi sumber penghidupan, peluang bisnis, dan solusi industri berkelanjutan.

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia, dengan potensi luar biasa dari hulu hingga hilir. Dari satu buah kelapa, dapat dihasilkan berbagai produk bernilai tinggi yang dibutuhkan pasar nasional maupun global.

Roemah Kelapa Indonesia hadir sebagai pusat informasi, edukasi, dan kolaborasi untuk mengembangkan potensi kelapa Indonesia secara maksimal.

Potensi Kelapa Indonesia yang Sangat Besar
Indonesia memiliki jutaan hektar perkebunan kelapa yang tersebar di berbagai daerah seperti Sulawesi, Maluku, Sumatera, Kalimantan, hingga Jawa. Kelapa Indonesia dikenal unggul karena:

  • Tumbuh alami di iklim tropis

  • Kualitas daging kelapa yang baik

  • Produksi berkelanjutan sepanjang tahun

  • Tenaga kerja dan kearifan lokal yang kuat

Kelapa Indonesia bukan hanya komoditas pertanian, tetapi juga aset strategis nasional.

Produk Turunan Kelapa Bernilai Tinggi
Produk kelapa Indonesia memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan global yang terus meningkat.
Beberapa produk unggulan kelapa antara lain:

  • Virgin Coconut Oil (VCO)

  • Gula kelapa organik

  • Santan instan

  • Tepung kelapa

  • Briket arang tempurung kelapa

  • Cocopeat dan cocofiber

  • Air kelapa kemasan

  • Kerajinan tempurung kelapa

Produk-produk ini menjadi andalan ekspor Indonesia ke berbagai negara.

Kelapa dan Peluang Bisnis di Era Modern
Bisnis kelapa kini tidak lagi terbatas pada skala tradisional. Inovasi teknologi dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk alami menjadikan kelapa sebagai komoditas masa depan.
Peluang bisnis kelapa meliputi:

  • UMKM olahan kelapa

  • Industri makanan dan minuman

  • Produk kesehatan dan kosmetik

  • Energi terbarukan

  • Ekspor produk kelapa

Roemah Kelapa Indonesia mendukung pengembangan bisnis kelapa dari petani hingga pasar global.

Peran Roemah Kelapa Indonesia
Roemah Kelapa Indonesia dibangun sebagai:

  • Pusat informasi dan edukasi kelapa

  • Hub kolaborasi petani, UMKM, dan industri

  • Wadah inovasi produk kelapa

  • Penggerak ekonomi berbasis kelapa

  • Penguat branding kelapa Indonesia

Kelapa bukan sekadar buah tropis, melainkan sumber kehidupan dan peluang tanpa batas. Dengan pengelolaan yang tepat, kelapa Indonesia mampu menjadi kekuatan ekonomi dunia dan Roemah Kelapa Indonesia berkomitmen menjadi bagian dari perjalanan besar ini, menjadikan kelapa sebagai simbol kesejahteraan dan keberlanjutan Indonesia.

Signing MoU IPB University & RoeKI

Signing MoU IPB University & RoeKI

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendorong pengembangan sektor kelapa nasional yang berkelanjutan, Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Pertanian Bogor (IPB University) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU). Penandatanganan MoU ini dilaksanakan pada 30 Januari 2025 di Kampus IPB Dramaga, Bogor, dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan institusi akademik terkemuka di Indonesia.

Kerja sama ini bertujuan untuk mengintegrasikan keunggulan akademik dan riset IPB University dengan pengalaman lapangan serta jejaring RoeKI dalam pengembangan sektor perkelapaan. Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk mendorong kolaborasi di berbagai bidang, antara lain penelitian dan pengembangan teknologi kelapa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diseminasi hasil riset, serta penerapan inovasi yang berdampak langsung bagi petani dan pelaku usaha kelapa.

Penandatanganan MoU ini juga mencerminkan kesamaan visi RoeKI dan IPB University dalam melihat kelapa sebagai komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan, ekonomi nasional, dan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pedesaan. Dengan dukungan keilmuan dan teknologi dari IPB University, RoeKI berharap berbagai inisiatif yang dihasilkan dari kerja sama ini dapat menjawab tantangan sektor kelapa, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan industri kelapa yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing.

Ke depan, RoeKI dan IPB University berkomitmen untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman ini melalui program-program konkret, seperti kegiatan riset kolaboratif, pelatihan dan pendampingan bagi petani, pengembangan teknologi perbanyakan kelapa unggul, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia perkelapaan serta membawa manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendorong pengembangan sektor kelapa nasional yang berkelanjutan, Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Institut Pertanian Bogor (IPB University) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (Memorandum of Understanding/MoU). Penandatanganan MoU ini dilaksanakan pada 30 Januari 2025 di Kampus IPB Dramaga, Bogor, dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara organisasi masyarakat dan institusi akademik terkemuka di Indonesia.

Kerja sama ini bertujuan untuk mengintegrasikan keunggulan akademik dan riset IPB University dengan pengalaman lapangan serta jejaring RoeKI dalam pengembangan sektor perkelapaan. Melalui MoU ini, kedua pihak sepakat untuk mendorong kolaborasi di berbagai bidang, antara lain penelitian dan pengembangan teknologi kelapa, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, diseminasi hasil riset, serta penerapan inovasi yang berdampak langsung bagi petani dan pelaku usaha kelapa.

Penandatanganan MoU ini juga mencerminkan kesamaan visi RoeKI dan IPB University dalam melihat kelapa sebagai komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan, ekonomi nasional, dan kesejahteraan masyarakat pesisir dan pedesaan. Dengan dukungan keilmuan dan teknologi dari IPB University, RoeKI berharap berbagai inisiatif yang dihasilkan dari kerja sama ini dapat menjawab tantangan sektor kelapa, sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan industri kelapa yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing.

Ke depan, RoeKI dan IPB University berkomitmen untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman ini melalui program-program konkret, seperti kegiatan riset kolaboratif, pelatihan dan pendampingan bagi petani, pengembangan teknologi perbanyakan kelapa unggul, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah. Sinergi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan dunia perkelapaan serta membawa manfaat yang luas bagi masyarakat Indonesia.

Penanaman Kelapa Genjah Pandan Wangi

Penanaman Kelapa Genjah Pandan Wangi
Simbol Kolaborasi Strategis RoeKI dan IPB University
Simbol Kolaborasi Strategis RoeKI dan IPB University

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) bersama Fakultas Pertanian IPB University melaksanakan kegiatan penanaman perdana Kelapa Genjah Pandan Wangi di kawasan Innovation Valley, Jonggol – Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi sebagai langkah awal kolaborasi strategis dalam penguatan ekosistem kelapa nasional.

Penanaman dilakukan secara simbolis oleh perwakilan IPB University, tim RoeKI, serta mitra pendukung program inovasi kelapa. Momentum ini menandai sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha dalam membangun sistem pengembangan kelapa yang berkelanjutan, berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan.

Kelapa Genjah Pandan Wangi dipilih karena merupakan varietas unggulan dengan masa berbuah relatif cepat (3–4 tahun), produktivitas tinggi, serta kualitas air dan daging buah yang sangat baik. Varietas ini memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan industri pangan, minuman fungsional, serta program ketahanan pangan dan bioekonomi berbasis kelapa.

Melalui kolaborasi ini, RoeKI dan IPB University akan mengintegrasikan kegiatan penelitian, pengembangan bibit unggul, serta demplot edukatif sebagai sarana pembelajaran bagi petani dan mahasiswa. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari pengembangan Coconut Innovation Valley sebagai pusat riset, edukasi, dan inovasi kelapa nasional.

Kegiatan penanaman ini menegaskan komitmen RoeKI untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas strategis masa depan Indonesia—yang menghubungkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan keberlanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) bersama Fakultas Pertanian IPB University melaksanakan kegiatan penanaman perdana Kelapa Genjah Pandan Wangi di kawasan Innovation Valley, Jonggol – Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi sebagai langkah awal kolaborasi strategis dalam penguatan ekosistem kelapa nasional.

Penanaman dilakukan secara simbolis oleh perwakilan IPB University, tim RoeKI, serta mitra pendukung program inovasi kelapa. Momentum ini menandai sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha dalam membangun sistem pengembangan kelapa yang berkelanjutan, berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan.

Kelapa Genjah Pandan Wangi dipilih karena merupakan varietas unggulan dengan masa berbuah relatif cepat (3–4 tahun), produktivitas tinggi, serta kualitas air dan daging buah yang sangat baik. Varietas ini memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan industri pangan, minuman fungsional, serta program ketahanan pangan dan bioekonomi berbasis kelapa.

Melalui kolaborasi ini, RoeKI dan IPB University akan mengintegrasikan kegiatan penelitian, pengembangan bibit unggul, serta demplot edukatif sebagai sarana pembelajaran bagi petani dan mahasiswa. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari pengembangan Coconut Innovation Valley sebagai pusat riset, edukasi, dan inovasi kelapa nasional.

Kegiatan penanaman ini menegaskan komitmen RoeKI untuk menjadikan kelapa sebagai komoditas strategis masa depan Indonesia—yang menghubungkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan keberlanjutan demi kesejahteraan masyarakat.

Seminar Kultur Jaringan: RoeKI - Kemlu

Seminar Kultur Jaringan: RoeKI - Kemlu

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) memandang penguatan sektor kelapa nasional sebagai agenda strategis yang tidak hanya berdampak pada pertanian dan kesejahteraan petani, tetapi juga pada posisi Indonesia di kancah global. Atas dasar visi tersebut, RoeKI membangun kerja sama strategis dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dalam mendorong diplomasi ekonomi berbasis komoditas unggulan nasional, khususnya kelapa.

Salah satu wujud nyata kolaborasi ini adalah penyelenggaraan seminar internasional bertema kultur jaringan kelapa, yang diinisiasi oleh Kemlu RI dan dilaksanakan bersama RoeKI serta IPB University sebagai mitra akademik utama. Seminar ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari peneliti, akademisi, praktisi industri, hingga perwakilan negara sahabat—dalam membahas peran kultur jaringan sebagai teknologi kunci dalam perbanyakan bibit kelapa unggul dan peningkatan produktivitas kelapa berkelanjutan.

Seminar diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) guna menjangkau partisipasi yang lebih luas, baik dari dalam maupun luar negeri. Pelaksanaan hybrid ini mencerminkan semangat inklusivitas dan kolaborasi global dalam pengembangan sektor kelapa, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan lintas negara.

Bagi RoeKI, seminar ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk menjembatani hasil riset dan inovasi dengan kebutuhan nyata di lapangan. RoeKI berperan aktif sebagai penghubung antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat, khususnya petani kelapa, agar teknologi kultur jaringan dapat diadopsi secara lebih luas dan aplikatif.

Keterlibatan Kemlu RI dalam kegiatan ini menegaskan bahwa sektor kelapa memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar pertanian. Kelapa merupakan bagian dari diplomasi ekonomi, ketahanan pangan, serta kerja sama internasional, dan memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan kelapa dunia. Melalui kolaborasi ini, RoeKI bersama Kemlu RI dan IPB University menampilkan citra Indonesia sebagai negara yang tidak hanya kaya akan sumber daya kelapa, tetapi juga serius dalam pengembangan riset dan teknologi pendukung industri kelapa berkelanjutan.

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) memandang penguatan sektor kelapa nasional sebagai agenda strategis yang tidak hanya berdampak pada pertanian dan kesejahteraan petani, tetapi juga pada posisi Indonesia di kancah global. Atas dasar visi tersebut, RoeKI membangun kerja sama strategis dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dalam mendorong diplomasi ekonomi berbasis komoditas unggulan nasional, khususnya kelapa.

Salah satu wujud nyata kolaborasi ini adalah penyelenggaraan seminar internasional bertema kultur jaringan kelapa, yang diinisiasi oleh Kemlu RI dan dilaksanakan bersama RoeKI serta IPB University sebagai mitra akademik utama. Seminar ini menjadi forum strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan—mulai dari peneliti, akademisi, praktisi industri, hingga perwakilan negara sahabat—dalam membahas peran kultur jaringan sebagai teknologi kunci dalam perbanyakan bibit kelapa unggul dan peningkatan produktivitas kelapa berkelanjutan.

Seminar diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) guna menjangkau partisipasi yang lebih luas, baik dari dalam maupun luar negeri. Pelaksanaan hybrid ini mencerminkan semangat inklusivitas dan kolaborasi global dalam pengembangan sektor kelapa, sekaligus memperkuat pertukaran pengetahuan lintas negara.

Bagi RoeKI, seminar ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk menjembatani hasil riset dan inovasi dengan kebutuhan nyata di lapangan. RoeKI berperan aktif sebagai penghubung antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat, khususnya petani kelapa, agar teknologi kultur jaringan dapat diadopsi secara lebih luas dan aplikatif.

Keterlibatan Kemlu RI dalam kegiatan ini menegaskan bahwa sektor kelapa memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar pertanian. Kelapa merupakan bagian dari diplomasi ekonomi, ketahanan pangan, serta kerja sama internasional, dan memiliki potensi besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan kelapa dunia. Melalui kolaborasi ini, RoeKI bersama Kemlu RI dan IPB University menampilkan citra Indonesia sebagai negara yang tidak hanya kaya akan sumber daya kelapa, tetapi juga serius dalam pengembangan riset dan teknologi pendukung industri kelapa berkelanjutan.

Seminar ini juga diwarnai oleh momen penting penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) dan Marmara Indonesia. Penandatanganan MoU tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi strategis untuk mendukung pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas, serta keberlanjutan industri kelapa di Indonesia.

Kemitraan yang terjalin melalui seminar ini memberikan berbagai dampak strategis, antara lain:

  • Penguatan diplomasi ekonomi, dengan menempatkan kelapa sebagai komoditas strategis dalam hubungan bilateral dan multilateral.

  • Transfer pengetahuan dan teknologi, melalui kolaborasi akademik antara RoeKI, IPB University, dan mitra internasional.

  • Peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha kelapa, melalui penerapan hasil riset kultur jaringan ke dalam praktik nyata di lapangan.

  • Penguatan citra Indonesia sebagai pusat inovasi dan pengembangan kelapa di mata dunia.

Ke depan, RoeKI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, institusi akademik, serta mitra strategis lainnya dalam berbagai inisiatif yang memperkuat ekosistem kelapa nasional. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sektor kelapa dapat berperan sebagai pilar penting diplomasi Indonesia, yang mengintegrasikan aspek ekonomi, ilmu pengetahuan, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Seminar ini juga diwarnai oleh momen penting penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) dan Marmara Indonesia. Penandatanganan MoU tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi strategis untuk mendukung pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas, serta keberlanjutan industri kelapa di Indonesia.

Kemitraan yang terjalin melalui seminar ini memberikan berbagai dampak strategis, antara lain:

  • Penguatan diplomasi ekonomi, dengan menempatkan kelapa sebagai komoditas strategis dalam hubungan bilateral dan multilateral.

  • Transfer pengetahuan dan teknologi, melalui kolaborasi akademik antara RoeKI, IPB University, dan mitra internasional.

  • Peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha kelapa, melalui penerapan hasil riset kultur jaringan ke dalam praktik nyata di lapangan.

  • Penguatan citra Indonesia sebagai pusat inovasi dan pengembangan kelapa di mata dunia.

Ke depan, RoeKI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, institusi akademik, serta mitra strategis lainnya dalam berbagai inisiatif yang memperkuat ekosistem kelapa nasional. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa sektor kelapa dapat berperan sebagai pilar penting diplomasi Indonesia, yang mengintegrasikan aspek ekonomi, ilmu pengetahuan, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.