International Coconut Community (ICC)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) selalu memperkuat jejaring dengan menjalin kolaborasi bersama International Coconut Community (ICC). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri kelapa global sekaligus mendorong inovasi dan keberlanjutan sektor kelapa nasional.

Salah satu hal penting dari kerjasama kami adalah kesepakatan membangun Genebank Kelapa bersama RoeKI – IPB – ICC. Genebank ini akan menjadi pusat konservasi, riset, dan pengembangan plasma nutfah kelapa, serta menjadi bagian integral dari kegiatan Coco Learning Center di Innovation Valley IPB, Jonggol.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kelapa di Indonesia, baik dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas varietas unggul, maupun membuka peluang kolaborasi global di sektor kelapa.

International Coconut Community (ICC)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) selalu memperkuat jejaring dengan menjalin kolaborasi bersama International Coconut Community (ICC). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri kelapa global sekaligus mendorong inovasi dan keberlanjutan sektor kelapa nasional.

Salah satu hal penting dari kerjasama kami adalah kesepakatan membangun Genebank Kelapa bersama RoeKI – IPB – ICC. Genebank ini akan menjadi pusat konservasi, riset, dan pengembangan plasma nutfah kelapa, serta menjadi bagian integral dari kegiatan Coco Learning Center di Innovation Valley IPB, Jonggol.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kelapa di Indonesia, baik dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas varietas unggul, maupun membuka peluang kolaborasi global di sektor kelapa.

Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) bersama Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) menjalin kemitraan strategis yang difasilitasi Kementerian Pertanian sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem kelapa nasional. Kerja sama ini lahir dari kesadaran bahwa industri kelapa memiliki potensi besar, namun membutuhkan sinergi antara petani, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah agar dapat berkembang optimal.

Melalui kemitraan ini, RoeKI dan APKI akan berfokus pada:

  • Pemberdayaan petani kelapa melalui pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas.

  • Hilirisasi produk kelapa untuk menghasilkan nilai tambah, dari sabut, batok, hingga air kelapa.

  • Akses pasar yang lebih luas baik domestik maupun internasional, sehingga petani bisa menikmati harga yang lebih adil.

  • Pembangunan ekosistem berkelanjutan, dengan mengedepankan inovasi, teknologi, dan prinsip ramah lingkungan.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju transformasi industri kelapa Indonesia yang lebih inklusif, modern, dan berdaya saing global. Harapannya, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani dan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas melalui terciptanya lapangan kerja, peningkatan ekonomi daerah, serta kontribusi devisa bagi negara

Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) bersama Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) menjalin kemitraan strategis yang difasilitasi Kementerian Pertanian sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem kelapa nasional. Kerja sama ini lahir dari kesadaran bahwa industri kelapa memiliki potensi besar, namun membutuhkan sinergi antara petani, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah agar dapat berkembang optimal.

Melalui kemitraan ini, RoeKI dan APKI akan berfokus pada:

  • Pemberdayaan petani kelapa melalui pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas.

  • Hilirisasi produk kelapa untuk menghasilkan nilai tambah, dari sabut, batok, hingga air kelapa.

  • Akses pasar yang lebih luas baik domestik maupun internasional, sehingga petani bisa menikmati harga yang lebih adil.

  • Pembangunan ekosistem berkelanjutan, dengan mengedepankan inovasi, teknologi, dan prinsip ramah lingkungan.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju transformasi industri kelapa Indonesia yang lebih inklusif, modern, dan berdaya saing global. Harapannya, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani dan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas melalui terciptanya lapangan kerja, peningkatan ekonomi daerah, serta kontribusi devisa bagi negara

Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) di bawah kepemimpinan Galih menjalin kolaborasi erat dengan Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo). Persahabatan panjang Galih dengan Ketua Umum Perpekindo, Muhaimin Tallo, menjadi dasar kuat terbentuknya kerja sama ini. Fokus utama kemitraan adalah memperkuat peran petani sebagai tulang punggung rantai pasok kelapa melalui peningkatan teknik budidaya, akses pasar yang lebih baik, hingga program penghidupan berkelanjutan.

Sebagai salah satu asosiasi terbesar petani kelapa di Indonesia, Perpekindo aktif di berbagai daerah, antara lain:

  • Gorontalo: mendukung peremajaan dan peningkatan produktivitas dari 73.000 ha kebun kelapa.

  • Indragiri Hilir, Riau: merehabilitasi lebih dari 100.000 ha kebun kelapa rusak bersama pemerintah daerah dan investor.

  • Sumatera Selatan: mendorong pembentukan Unit Pengolahan dan Pemasaran Kelapa (UPPK) untuk stabilisasi harga dan hilirisasi.

  • Jambi: aktif menyuarakan kepentingan petani dalam kebijakan perdagangan nasional.

Kerja sama RoeKI–Perpekindo menjadi wujud nyata sinergi hulu-hilir, memastikan petani mendapatkan manfaat langsung dari penguatan industri kelapa nasional.

Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) di bawah kepemimpinan Galih menjalin kolaborasi erat dengan Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo). Persahabatan panjang Galih dengan Ketua Umum Perpekindo, Muhaimin Tallo, menjadi dasar kuat terbentuknya kerja sama ini. Fokus utama kemitraan adalah memperkuat peran petani sebagai tulang punggung rantai pasok kelapa melalui peningkatan teknik budidaya, akses pasar yang lebih baik, hingga program penghidupan berkelanjutan.

Sebagai salah satu asosiasi terbesar petani kelapa di Indonesia, Perpekindo aktif di berbagai daerah, antara lain:

  • Gorontalo: mendukung peremajaan dan peningkatan produktivitas dari 73.000 ha kebun kelapa.

  • Indragiri Hilir, Riau: merehabilitasi lebih dari 100.000 ha kebun kelapa rusak bersama pemerintah daerah dan investor.

  • Sumatera Selatan: mendorong pembentukan Unit Pengolahan dan Pemasaran Kelapa (UPPK) untuk stabilisasi harga dan hilirisasi.

  • Jambi: aktif menyuarakan kepentingan petani dalam kebijakan perdagangan nasional.

Kerja sama RoeKI–Perpekindo menjadi wujud nyata sinergi hulu-hilir, memastikan petani mendapatkan manfaat langsung dari penguatan industri kelapa nasional.

Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menjalin kemitraan erat dengan Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO) sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memajukan industri kelapa nasional. Kemitraan ini tidak hanya terwujud dalam bentuk kolaborasi program dan kegiatan, tetapi juga dalam penyelarasan visi untuk menjadikan kelapa Indonesia sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing global, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

DEKINDO adalah wadah resmi yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan di sektor kelapa—mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil—untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia. Melalui kemitraan ini, RoeKI turut berkontribusi dalam merumuskan strategi nasional, mendorong kebijakan yang berpihak pada petani, serta memperluas jaringan kerja sama internasional.

Keterlibatan RoeKI semakin strategis karena Ketua Umum RoeKI juga merupakan bagian dari jajaran Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO). Hal ini menegaskan peran aktif RoeKI bukan hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai penggerak penting dalam pengembangan ekosistem kelapa nasional. Dengan posisi tersebut, RoeKI memiliki kesempatan lebih luas untuk menyuarakan aspirasi petani, memfasilitasi inovasi, serta memperkuat kolaborasi antar-lembaga demi tercapainya tata kelola kelapa yang lebih baik.

Kemitraan RoeKI dengan DEKINDO diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif strategis, seperti:

  • Program pemberdayaan petani kelapa berbasis komunitas.

  • Riset dan pengembangan produk turunan kelapa yang bernilai tambah tinggi.

  • Promosi kelapa Indonesia di pasar internasional.

  • Penerapan praktik keberlanjutan (sustainability) dalam seluruh rantai pasok kelapa.

Melalui hubungan kemitraan ini, RoeKI berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah DEKINDO dalam memperkuat sektor kelapa nasional, sekaligus menghadirkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh petani kelapa di berbagai daerah Indonesia.

Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menjalin kemitraan erat dengan Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO) sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memajukan industri kelapa nasional. Kemitraan ini tidak hanya terwujud dalam bentuk kolaborasi program dan kegiatan, tetapi juga dalam penyelarasan visi untuk menjadikan kelapa Indonesia sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing global, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

DEKINDO adalah wadah resmi yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan di sektor kelapa—mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil—untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia. Melalui kemitraan ini, RoeKI turut berkontribusi dalam merumuskan strategi nasional, mendorong kebijakan yang berpihak pada petani, serta memperluas jaringan kerja sama internasional.

Keterlibatan RoeKI semakin strategis karena Ketua Umum RoeKI juga merupakan bagian dari jajaran Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO). Hal ini menegaskan peran aktif RoeKI bukan hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai penggerak penting dalam pengembangan ekosistem kelapa nasional. Dengan posisi tersebut, RoeKI memiliki kesempatan lebih luas untuk menyuarakan aspirasi petani, memfasilitasi inovasi, serta memperkuat kolaborasi antar-lembaga demi tercapainya tata kelola kelapa yang lebih baik.

Kemitraan RoeKI dengan DEKINDO diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif strategis, seperti:

  • Program pemberdayaan petani kelapa berbasis komunitas.

  • Riset dan pengembangan produk turunan kelapa yang bernilai tambah tinggi.

  • Promosi kelapa Indonesia di pasar internasional.

  • Penerapan praktik keberlanjutan (sustainability) dalam seluruh rantai pasok kelapa.

Melalui hubungan kemitraan ini, RoeKI berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah DEKINDO dalam memperkuat sektor kelapa nasional, sekaligus menghadirkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh petani kelapa di berbagai daerah Indonesia.

Kementerian Luar Negeri (KEMLU)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) membangun kerja sama strategis dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dalam upaya memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pengembangan kelapa dunia sekaligus mendorong diplomasi ekonomi berbasis komoditas unggulan nasional. Kemitraan ini terwujud dalam berbagai kegiatan, salah satunya melalui penyelenggaraan seminar internasional mengenai kultur jaringan kelapa, yang diinisiasi oleh Kemlu dengan menggandeng RoeKI dan IPB University sebagai mitra utama.

Seminar tersebut menjadi momentum penting dalam mempertemukan para pemangku kepentingan—mulai dari peneliti, akademisi, praktisi, hingga perwakilan negara sahabat—untuk membahas potensi besar kultur jaringan sebagai teknologi modern dalam perbanyakan bibit kelapa unggul. RoeKI hadir bukan hanya sebagai organisasi yang peduli pada pemberdayaan petani kelapa, tetapi juga sebagai jembatan antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor masyarakat dalam memperluas adopsi inovasi pertanian.

Keterlibatan Kemlu dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa isu kelapa bukan sekadar persoalan sektor pertanian, tetapi juga bagian dari diplomasi ekonomi, ketahanan pangan, dan kerja sama internasional. Melalui platform ini, RoeKI bersama Kemlu dan IPB University berhasil menampilkan citra Indonesia sebagai negara yang tidak hanya kaya akan sumber daya kelapa, tetapi juga serius mengembangkan penelitian dan teknologi yang mendukung keberlanjutan industri kelapa global.

Kemitraan ini memiliki dampak yang signifikan, di antaranya:

  • Penguatan diplomasi ekonomi dengan menampilkan kelapa sebagai komoditas strategis dalam hubungan bilateral maupun multilateral.

  • Transfer pengetahuan melalui kolaborasi akademik antara RoeKI, IPB University, dan mitra internasional.

  • Peningkatan kapasitas petani melalui penerapan hasil riset kultur jaringan ke dalam praktik nyata di lapangan.

  • Citra positif Indonesia sebagai pusat inovasi kelapa di mata dunia.

Dengan adanya kerja sama ini, RoeKI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kemlu RI dalam berbagai inisiatif lain yang memperkuat peran kelapa Indonesia di tingkat nasional maupun global. Kemitraan ini juga menjadi bukti nyata bahwa sektor kelapa dapat menjadi pilar penting dalam diplomasi Indonesia, yang menghubungkan aspek ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Luar Negeri (KEMLU)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) membangun kerja sama strategis dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dalam upaya memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pengembangan kelapa dunia sekaligus mendorong diplomasi ekonomi berbasis komoditas unggulan nasional. Kemitraan ini terwujud dalam berbagai kegiatan, salah satunya melalui penyelenggaraan seminar internasional mengenai kultur jaringan kelapa, yang diinisiasi oleh Kemlu dengan menggandeng RoeKI dan IPB University sebagai mitra utama.

Seminar tersebut menjadi momentum penting dalam mempertemukan para pemangku kepentingan—mulai dari peneliti, akademisi, praktisi, hingga perwakilan negara sahabat—untuk membahas potensi besar kultur jaringan sebagai teknologi modern dalam perbanyakan bibit kelapa unggul. RoeKI hadir bukan hanya sebagai organisasi yang peduli pada pemberdayaan petani kelapa, tetapi juga sebagai jembatan antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor masyarakat dalam memperluas adopsi inovasi pertanian.

Keterlibatan Kemlu dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa isu kelapa bukan sekadar persoalan sektor pertanian, tetapi juga bagian dari diplomasi ekonomi, ketahanan pangan, dan kerja sama internasional. Melalui platform ini, RoeKI bersama Kemlu dan IPB University berhasil menampilkan citra Indonesia sebagai negara yang tidak hanya kaya akan sumber daya kelapa, tetapi juga serius mengembangkan penelitian dan teknologi yang mendukung keberlanjutan industri kelapa global.

Kemitraan ini memiliki dampak yang signifikan, di antaranya:

  • Penguatan diplomasi ekonomi dengan menampilkan kelapa sebagai komoditas strategis dalam hubungan bilateral maupun multilateral.

  • Transfer pengetahuan melalui kolaborasi akademik antara RoeKI, IPB University, dan mitra internasional.

  • Peningkatan kapasitas petani melalui penerapan hasil riset kultur jaringan ke dalam praktik nyata di lapangan.

  • Citra positif Indonesia sebagai pusat inovasi kelapa di mata dunia.

Dengan adanya kerja sama ini, RoeKI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kemlu RI dalam berbagai inisiatif lain yang memperkuat peran kelapa Indonesia di tingkat nasional maupun global. Kemitraan ini juga menjadi bukti nyata bahwa sektor kelapa dapat menjadi pilar penting dalam diplomasi Indonesia, yang menghubungkan aspek ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Pesantren Darunnajah

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menjalin kemitraan yang penuh makna dengan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining, Jasinga, melalui sebuah inisiatif besar dalam mewujudkan perkebunan kelapa wakaf. Kerja sama ini lahir dari pertemuan dan diskusi bersama yang berfokus pada gagasan menghadirkan wakaf dalam bentuk yang lebih produktif, berdaya guna, dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi umat, tidak hanya hari ini tetapi juga di masa depan.

Rencana perkebunan kelapa wakaf ini tidak berhenti pada sekadar menanam pohon kelapa. Inisiatif ini dirancang lebih luas sebagai upaya menanam kemandirian pangan, memperkuat ekonomi umat, dan menghadirkan keberkahan. Melalui pemanfaatan lahan wakaf untuk komoditas strategis seperti kelapa, pesantren dapat memiliki sumber daya yang berkesinambungan, yang hasilnya dapat mendukung pembiayaan pendidikan, pemberdayaan santri, serta program sosial yang lebih luas.

Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa konsep wakaf dapat bertransformasi dari sekadar aset pasif menjadi instrumen produktif. Dari satu pohon kelapa, tumbuh berbagai peluang: mulai dari produksi pangan, energi terbarukan, industri hilir bernilai tambah, hingga pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar pesantren. Dengan model wakaf produktif ini, keberkahan tidak hanya dirasakan oleh generasi hari ini, tetapi juga diwariskan kepada generasi mendatang.

Bagi RoeKI, kolaborasi dengan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining memiliki arti penting sebagai bentuk peran aktif dalam mendukung gerakan ekonomi umat berbasis kelapa. Selain memperkuat posisi kelapa sebagai komoditas unggulan Indonesia, kemitraan ini juga membuktikan bahwa pembangunan sektor kelapa dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai spiritual, sosial, dan keberlanjutan.

Melalui langkah awal ini, RoeKI bersama Pondok Pesantren Darunnajah Cipining ingin menunjukkan bahwa wakaf bukan hanya sebatas ibadah, tetapi juga solusi pembangunan ekonomi umat. Perkebunan kelapa wakaf akan menjadi contoh nyata bagaimana sebuah pohon kelapa dapat menjadi simbol produktivitas, kemandirian, dan keberkahan yang abadi.

Pesantren Darunnajah

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menjalin kemitraan yang penuh makna dengan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining, Jasinga, melalui sebuah inisiatif besar dalam mewujudkan perkebunan kelapa wakaf. Kerja sama ini lahir dari pertemuan dan diskusi bersama yang berfokus pada gagasan menghadirkan wakaf dalam bentuk yang lebih produktif, berdaya guna, dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi umat, tidak hanya hari ini tetapi juga di masa depan.

Rencana perkebunan kelapa wakaf ini tidak berhenti pada sekadar menanam pohon kelapa. Inisiatif ini dirancang lebih luas sebagai upaya menanam kemandirian pangan, memperkuat ekonomi umat, dan menghadirkan keberkahan. Melalui pemanfaatan lahan wakaf untuk komoditas strategis seperti kelapa, pesantren dapat memiliki sumber daya yang berkesinambungan, yang hasilnya dapat mendukung pembiayaan pendidikan, pemberdayaan santri, serta program sosial yang lebih luas.

Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa konsep wakaf dapat bertransformasi dari sekadar aset pasif menjadi instrumen produktif. Dari satu pohon kelapa, tumbuh berbagai peluang: mulai dari produksi pangan, energi terbarukan, industri hilir bernilai tambah, hingga pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar pesantren. Dengan model wakaf produktif ini, keberkahan tidak hanya dirasakan oleh generasi hari ini, tetapi juga diwariskan kepada generasi mendatang.

Bagi RoeKI, kolaborasi dengan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining memiliki arti penting sebagai bentuk peran aktif dalam mendukung gerakan ekonomi umat berbasis kelapa. Selain memperkuat posisi kelapa sebagai komoditas unggulan Indonesia, kemitraan ini juga membuktikan bahwa pembangunan sektor kelapa dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai spiritual, sosial, dan keberlanjutan.

Melalui langkah awal ini, RoeKI bersama Pondok Pesantren Darunnajah Cipining ingin menunjukkan bahwa wakaf bukan hanya sebatas ibadah, tetapi juga solusi pembangunan ekonomi umat. Perkebunan kelapa wakaf akan menjadi contoh nyata bagaimana sebuah pohon kelapa dapat menjadi simbol produktivitas, kemandirian, dan keberkahan yang abadi.

RoeKI – CIRAD: Membangun Kolaborasi Riset dan Inovasi untuk Industri Kelapa Indonesia

RoeKI menjalin kerja sama strategis dengan CIRAD (Centre de coopération internationale en recherche agronomique pour le développement), lembaga riset agronomi dan pembangunan internasional asal Prancis, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Kemitraan ini menjadi langkah penting bagi RoeKI dalam memperkuat hubungan antara riset, inovasi, teknologi, dan pengembangan industri kelapa di Indonesia dengan jejaring keilmuan dan pengalaman internasional.

Melalui kolaborasi dengan CIRAD, RoeKI berkomitmen menjadi salah satu penghubung antara pengetahuan global dan kebutuhan industri kelapa nasional, sehingga hasil riset dan inovasi dapat dikembangkan secara relevan serta memberikan manfaat nyata bagi pelaku industri dan masyarakat di tingkat lapangan.

Fokus Kolaborasi

Kerja sama RoeKI dan CIRAD diarahkan pada beberapa bidang strategis dalam pengembangan sektor kelapa, antara lain:

1. Pengembangan Teknologi Kelapa
Mendorong pertukaran pengetahuan, riset, dan inovasi teknologi yang dapat mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi, serta pemanfaatan komoditas kelapa secara lebih optimal.

2. Pertanian dan Praktik Berkelanjutan
Mengembangkan pendekatan budidaya dan pengelolaan perkebunan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, efisiensi sumber daya, serta ketahanan produksi dalam jangka panjang.

3. Penguatan Riset dan Inovasi
Membuka ruang kolaborasi dalam penelitian, pengembangan teknologi, pertukaran pengetahuan, serta identifikasi solusi berbasis data untuk menjawab tantangan di sektor kelapa.

4. Peningkatan Kapasitas Petani
Mendukung peningkatan pengetahuan dan kapasitas petani agar dapat menerapkan praktik yang lebih produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai nilai industri kelapa.

5. Penguatan Ekosistem Industri Kelapa
Membangun konektivitas antara petani, peneliti, pelaku industri, pemerintah, investor, dan mitra internasional untuk menciptakan ekosistem kelapa yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Menghubungkan Indonesia dengan Jejaring Global

Bagi RoeKI, kemitraan dengan CIRAD bukan hanya bentuk kerja sama kelembagaan, tetapi merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem industri kelapa Indonesia yang terhubung dengan perkembangan riset dan inovasi global.

Dengan menggabungkan potensi sumber daya kelapa Indonesia dengan pengetahuan, teknologi, dan pengalaman internasional, kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pengembangan sektor kelapa yang lebih produktif, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Melalui kemitraan ini, RoeKI bersama CIRAD berkomitmen untuk terus mendorong riset, inovasi, penguatan kapasitas, dan praktik berkelanjutan sebagai fondasi bagi pengembangan industri kelapa Indonesia.

Bersama CIRAD, RoeKI membangun jembatan antara pengetahuan global dan potensi lokal untuk mendorong industri kelapa Indonesia menuju masa depan yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

RoeKI dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Mendorong Percepatan Hilirisasi Kelapa

Pada Jumat, 3 Oktober 2025, Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) berkesempatan melakukan audiensi dan berdiskusi langsung dengan Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya RoeKI dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendukung percepatan pengembangan industri kelapa nasional, khususnya melalui penguatan ekosistem kelapa dari sektor hulu hingga hilir.

Dalam audiensi tersebut, RoeKI bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat membahas sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa dan memperkuat posisi petani serta pelaku usaha dalam rantai nilai industri.

Fokus Kolaborasi

Beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam pembahasan antara lain:

1. Penguatan Kelembagaan Petani
Mendorong penguatan organisasi dan kelembagaan petani agar memiliki kapasitas yang lebih baik dalam mengelola produksi, membangun kemitraan, serta terhubung dengan rantai pasok industri.

2. Pengembangan Bibit Unggul
Mendorong pengembangan dan pemanfaatan bahan tanam atau bibit unggul untuk mendukung produktivitas perkebunan kelapa serta keberlanjutan pasokan bahan baku dalam jangka panjang.

3. Digitalisasi Perdagangan Kelapa
Membuka peluang pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, akses pasar, dan konektivitas antara petani, pelaku usaha, pembeli, serta sektor industri.

4. Pemberdayaan UMKM Berbasis Kelapa
Mengembangkan peluang bagi UMKM untuk mengolah dan menghasilkan produk berbasis kelapa dengan nilai tambah lebih tinggi, sehingga manfaat ekonomi komoditas kelapa dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Tanjung Jabung Barat sebagai Bagian dari Ekosistem Kelapa Nasional

Dengan potensi produksi kelapa yang besar, Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri kelapa di Indonesia.

Potensi tersebut menjadi semakin penting ketika dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas bahan baku, tetapi sebagai bagian dari rantai industri yang terintegrasi, mulai dari budidaya, penguatan petani, pengumpulan bahan baku, pengolahan, perdagangan, hingga pengembangan produk turunan.

Bagi RoeKI, kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat merupakan langkah untuk mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan pengembangan industri dan pasar. Sinergi antara pemerintah, petani, pelaku usaha, UMKM, investor, dan mitra teknologi menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem kelapa yang lebih kuat.

Melalui kolaborasi multipihak, pengembangan kelapa diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar, membuka peluang ekonomi baru, memperkuat posisi petani, serta mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan berdaya saing.

RoeKI berkomitmen untuk terus membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong transformasi kelapa Indonesia—dari komoditas menjadi industri bernilai tambah, dari potensi lokal menuju pasar nasional dan global.

RoeKI dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur: Mendorong Pengembangan Industri Kelapa

RoeKI bersama Dr. Phillip Wallat, investor asal Jerman, berkesempatan melakukan diskusi langsung dengan Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj. Dilla Hikmah Sari, ST., untuk membahas potensi dan arah pengembangan industri kelapa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya RoeKI dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri, dan investor untuk mendorong pengembangan sektor kelapa dari komoditas pertanian menuju industri yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

Mendorong Hilirisasi Kelapa di Tanjung Jabung Timur

Dalam diskusi tersebut, berbagai aspek strategis pengembangan industri kelapa menjadi pembahasan, mulai dari kesiapan dan keberlanjutan bahan baku, potensi pengembangan fasilitas pengolahan, peluang investasi, hingga langkah konkret untuk membangun rantai nilai kelapa yang lebih terintegrasi.

Ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan industri pengolahan. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi produksi di tingkat petani, sistem pengumpulan, rantai pasok, serta kebutuhan industri menjadi bagian penting dalam proses penjajakan investasi.

Selain penguatan sektor hulu, pembahasan juga diarahkan pada peluang pengembangan industri hilir dan produk turunan kelapa yang dapat meningkatkan nilai ekonomi komoditas sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Membangun Ekosistem melalui Kolaborasi

RoeKI melihat bahwa pengembangan industri kelapa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan.

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung investasi dan pengembangan industri. Di sisi lain, RoeKI berperan dalam membangun konektivitas antara potensi daerah, pengetahuan, teknologi, industri, dan jejaring investor, sementara investor dapat membawa modal, teknologi, pengalaman, serta akses terhadap pasar.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem industri kelapa yang lebih terintegrasi—mulai dari petani dan bahan baku di tingkat hulu hingga pengolahan dan pasar di tingkat hilir.

Membuka Peluang Investasi yang Terarah

Pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menjadi salah satu langkah dalam membuka ruang bagi penjajakan investasi yang disesuaikan dengan potensi bahan baku, kondisi lapangan, kebutuhan industri, serta peluang pasar.

Bagi RoeKI, investasi di sektor kelapa tidak hanya dilihat dari sisi pembangunan fasilitas industri, tetapi juga dari bagaimana investasi tersebut dapat menciptakan nilai tambah, memperkuat rantai pasok lokal, membuka peluang ekonomi, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi petani serta masyarakat daerah.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, RoeKI, investor, petani, dan pelaku industri, diharapkan potensi kelapa Tanjung Jabung Timur dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem industri yang lebih kuat, terintegrasi, dan berorientasi pada pasar.

RoeKI berkomitmen untuk terus membangun jembatan antara potensi lokal dan peluang investasi, guna mendorong kelapa Indonesia dari komoditas menjadi industri bernilai tambah dan berkelanjutan.