International Coconut Community (ICC)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) selalu memperkuat jejaring dengan menjalin kolaborasi bersama International Coconut Community (ICC). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri kelapa global sekaligus mendorong inovasi dan keberlanjutan sektor kelapa nasional.

Salah satu hal penting dari kerjasama kami adalah kesepakatan membangun Genebank Kelapa bersama RoeKI – IPB – ICC. Genebank ini akan menjadi pusat konservasi, riset, dan pengembangan plasma nutfah kelapa, serta menjadi bagian integral dari kegiatan Coco Learning Center di Innovation Valley IPB, Jonggol.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kelapa di Indonesia, baik dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas varietas unggul, maupun membuka peluang kolaborasi global di sektor kelapa.

International Coconut Community (ICC)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) selalu memperkuat jejaring dengan menjalin kolaborasi bersama International Coconut Community (ICC). Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri kelapa global sekaligus mendorong inovasi dan keberlanjutan sektor kelapa nasional.

Salah satu hal penting dari kerjasama kami adalah kesepakatan membangun Genebank Kelapa bersama RoeKI – IPB – ICC. Genebank ini akan menjadi pusat konservasi, riset, dan pengembangan plasma nutfah kelapa, serta menjadi bagian integral dari kegiatan Coco Learning Center di Innovation Valley IPB, Jonggol.

Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan kelapa di Indonesia, baik dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas varietas unggul, maupun membuka peluang kolaborasi global di sektor kelapa.

Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) bersama Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) menjalin kemitraan strategis yang difasilitasi Kementerian Pertanian sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem kelapa nasional. Kerja sama ini lahir dari kesadaran bahwa industri kelapa memiliki potensi besar, namun membutuhkan sinergi antara petani, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah agar dapat berkembang optimal.

Melalui kemitraan ini, RoeKI dan APKI akan berfokus pada:

  • Pemberdayaan petani kelapa melalui pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas.

  • Hilirisasi produk kelapa untuk menghasilkan nilai tambah, dari sabut, batok, hingga air kelapa.

  • Akses pasar yang lebih luas baik domestik maupun internasional, sehingga petani bisa menikmati harga yang lebih adil.

  • Pembangunan ekosistem berkelanjutan, dengan mengedepankan inovasi, teknologi, dan prinsip ramah lingkungan.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju transformasi industri kelapa Indonesia yang lebih inklusif, modern, dan berdaya saing global. Harapannya, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani dan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas melalui terciptanya lapangan kerja, peningkatan ekonomi daerah, serta kontribusi devisa bagi negara

Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) bersama Asosiasi Petani Kelapa Indonesia (APKI) menjalin kemitraan strategis yang difasilitasi Kementerian Pertanian sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem kelapa nasional. Kerja sama ini lahir dari kesadaran bahwa industri kelapa memiliki potensi besar, namun membutuhkan sinergi antara petani, pelaku usaha, akademisi, dan pemerintah agar dapat berkembang optimal.

Melalui kemitraan ini, RoeKI dan APKI akan berfokus pada:

  • Pemberdayaan petani kelapa melalui pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas.

  • Hilirisasi produk kelapa untuk menghasilkan nilai tambah, dari sabut, batok, hingga air kelapa.

  • Akses pasar yang lebih luas baik domestik maupun internasional, sehingga petani bisa menikmati harga yang lebih adil.

  • Pembangunan ekosistem berkelanjutan, dengan mengedepankan inovasi, teknologi, dan prinsip ramah lingkungan.

Kolaborasi ini menjadi langkah awal menuju transformasi industri kelapa Indonesia yang lebih inklusif, modern, dan berdaya saing global. Harapannya, manfaatnya tidak hanya dirasakan petani dan pelaku usaha, tetapi juga masyarakat luas melalui terciptanya lapangan kerja, peningkatan ekonomi daerah, serta kontribusi devisa bagi negara

Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) di bawah kepemimpinan Galih menjalin kolaborasi erat dengan Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo). Persahabatan panjang Galih dengan Ketua Umum Perpekindo, Muhaimin Tallo, menjadi dasar kuat terbentuknya kerja sama ini. Fokus utama kemitraan adalah memperkuat peran petani sebagai tulang punggung rantai pasok kelapa melalui peningkatan teknik budidaya, akses pasar yang lebih baik, hingga program penghidupan berkelanjutan.

Sebagai salah satu asosiasi terbesar petani kelapa di Indonesia, Perpekindo aktif di berbagai daerah, antara lain:

  • Gorontalo: mendukung peremajaan dan peningkatan produktivitas dari 73.000 ha kebun kelapa.

  • Indragiri Hilir, Riau: merehabilitasi lebih dari 100.000 ha kebun kelapa rusak bersama pemerintah daerah dan investor.

  • Sumatera Selatan: mendorong pembentukan Unit Pengolahan dan Pemasaran Kelapa (UPPK) untuk stabilisasi harga dan hilirisasi.

  • Jambi: aktif menyuarakan kepentingan petani dalam kebijakan perdagangan nasional.

Kerja sama RoeKI–Perpekindo menjadi wujud nyata sinergi hulu-hilir, memastikan petani mendapatkan manfaat langsung dari penguatan industri kelapa nasional.

Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (PERPEKINDO)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) di bawah kepemimpinan Galih menjalin kolaborasi erat dengan Perhimpunan Petani Kelapa Indonesia (Perpekindo). Persahabatan panjang Galih dengan Ketua Umum Perpekindo, Muhaimin Tallo, menjadi dasar kuat terbentuknya kerja sama ini. Fokus utama kemitraan adalah memperkuat peran petani sebagai tulang punggung rantai pasok kelapa melalui peningkatan teknik budidaya, akses pasar yang lebih baik, hingga program penghidupan berkelanjutan.

Sebagai salah satu asosiasi terbesar petani kelapa di Indonesia, Perpekindo aktif di berbagai daerah, antara lain:

  • Gorontalo: mendukung peremajaan dan peningkatan produktivitas dari 73.000 ha kebun kelapa.

  • Indragiri Hilir, Riau: merehabilitasi lebih dari 100.000 ha kebun kelapa rusak bersama pemerintah daerah dan investor.

  • Sumatera Selatan: mendorong pembentukan Unit Pengolahan dan Pemasaran Kelapa (UPPK) untuk stabilisasi harga dan hilirisasi.

  • Jambi: aktif menyuarakan kepentingan petani dalam kebijakan perdagangan nasional.

Kerja sama RoeKI–Perpekindo menjadi wujud nyata sinergi hulu-hilir, memastikan petani mendapatkan manfaat langsung dari penguatan industri kelapa nasional.

Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menjalin kemitraan erat dengan Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO) sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memajukan industri kelapa nasional. Kemitraan ini tidak hanya terwujud dalam bentuk kolaborasi program dan kegiatan, tetapi juga dalam penyelarasan visi untuk menjadikan kelapa Indonesia sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing global, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

DEKINDO adalah wadah resmi yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan di sektor kelapa—mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil—untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia. Melalui kemitraan ini, RoeKI turut berkontribusi dalam merumuskan strategi nasional, mendorong kebijakan yang berpihak pada petani, serta memperluas jaringan kerja sama internasional.

Keterlibatan RoeKI semakin strategis karena Ketua Umum RoeKI juga merupakan bagian dari jajaran Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO). Hal ini menegaskan peran aktif RoeKI bukan hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai penggerak penting dalam pengembangan ekosistem kelapa nasional. Dengan posisi tersebut, RoeKI memiliki kesempatan lebih luas untuk menyuarakan aspirasi petani, memfasilitasi inovasi, serta memperkuat kolaborasi antar-lembaga demi tercapainya tata kelola kelapa yang lebih baik.

Kemitraan RoeKI dengan DEKINDO diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif strategis, seperti:

  • Program pemberdayaan petani kelapa berbasis komunitas.

  • Riset dan pengembangan produk turunan kelapa yang bernilai tambah tinggi.

  • Promosi kelapa Indonesia di pasar internasional.

  • Penerapan praktik keberlanjutan (sustainability) dalam seluruh rantai pasok kelapa.

Melalui hubungan kemitraan ini, RoeKI berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah DEKINDO dalam memperkuat sektor kelapa nasional, sekaligus menghadirkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh petani kelapa di berbagai daerah Indonesia.

Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menjalin kemitraan erat dengan Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO) sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memajukan industri kelapa nasional. Kemitraan ini tidak hanya terwujud dalam bentuk kolaborasi program dan kegiatan, tetapi juga dalam penyelarasan visi untuk menjadikan kelapa Indonesia sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing global, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

DEKINDO adalah wadah resmi yang menyatukan berbagai pemangku kepentingan di sektor kelapa—mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga organisasi masyarakat sipil—untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia. Melalui kemitraan ini, RoeKI turut berkontribusi dalam merumuskan strategi nasional, mendorong kebijakan yang berpihak pada petani, serta memperluas jaringan kerja sama internasional.

Keterlibatan RoeKI semakin strategis karena Ketua Umum RoeKI juga merupakan bagian dari jajaran Dewan Kelapa Indonesia (DEKINDO). Hal ini menegaskan peran aktif RoeKI bukan hanya sebagai mitra, tetapi juga sebagai penggerak penting dalam pengembangan ekosistem kelapa nasional. Dengan posisi tersebut, RoeKI memiliki kesempatan lebih luas untuk menyuarakan aspirasi petani, memfasilitasi inovasi, serta memperkuat kolaborasi antar-lembaga demi tercapainya tata kelola kelapa yang lebih baik.

Kemitraan RoeKI dengan DEKINDO diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif strategis, seperti:

  • Program pemberdayaan petani kelapa berbasis komunitas.

  • Riset dan pengembangan produk turunan kelapa yang bernilai tambah tinggi.

  • Promosi kelapa Indonesia di pasar internasional.

  • Penerapan praktik keberlanjutan (sustainability) dalam seluruh rantai pasok kelapa.

Melalui hubungan kemitraan ini, RoeKI berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah DEKINDO dalam memperkuat sektor kelapa nasional, sekaligus menghadirkan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh petani kelapa di berbagai daerah Indonesia.

Kementerian Luar Negeri (KEMLU)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) membangun kerja sama strategis dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dalam upaya memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pengembangan kelapa dunia sekaligus mendorong diplomasi ekonomi berbasis komoditas unggulan nasional. Kemitraan ini terwujud dalam berbagai kegiatan, salah satunya melalui penyelenggaraan seminar internasional mengenai kultur jaringan kelapa, yang diinisiasi oleh Kemlu dengan menggandeng RoeKI dan IPB University sebagai mitra utama.

Seminar tersebut menjadi momentum penting dalam mempertemukan para pemangku kepentingan—mulai dari peneliti, akademisi, praktisi, hingga perwakilan negara sahabat—untuk membahas potensi besar kultur jaringan sebagai teknologi modern dalam perbanyakan bibit kelapa unggul. RoeKI hadir bukan hanya sebagai organisasi yang peduli pada pemberdayaan petani kelapa, tetapi juga sebagai jembatan antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor masyarakat dalam memperluas adopsi inovasi pertanian.

Keterlibatan Kemlu dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa isu kelapa bukan sekadar persoalan sektor pertanian, tetapi juga bagian dari diplomasi ekonomi, ketahanan pangan, dan kerja sama internasional. Melalui platform ini, RoeKI bersama Kemlu dan IPB University berhasil menampilkan citra Indonesia sebagai negara yang tidak hanya kaya akan sumber daya kelapa, tetapi juga serius mengembangkan penelitian dan teknologi yang mendukung keberlanjutan industri kelapa global.

Kemitraan ini memiliki dampak yang signifikan, di antaranya:

  • Penguatan diplomasi ekonomi dengan menampilkan kelapa sebagai komoditas strategis dalam hubungan bilateral maupun multilateral.

  • Transfer pengetahuan melalui kolaborasi akademik antara RoeKI, IPB University, dan mitra internasional.

  • Peningkatan kapasitas petani melalui penerapan hasil riset kultur jaringan ke dalam praktik nyata di lapangan.

  • Citra positif Indonesia sebagai pusat inovasi kelapa di mata dunia.

Dengan adanya kerja sama ini, RoeKI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kemlu RI dalam berbagai inisiatif lain yang memperkuat peran kelapa Indonesia di tingkat nasional maupun global. Kemitraan ini juga menjadi bukti nyata bahwa sektor kelapa dapat menjadi pilar penting dalam diplomasi Indonesia, yang menghubungkan aspek ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kementerian Luar Negeri (KEMLU)

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) membangun kerja sama strategis dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) dalam upaya memperkuat peran Indonesia sebagai pusat pengembangan kelapa dunia sekaligus mendorong diplomasi ekonomi berbasis komoditas unggulan nasional. Kemitraan ini terwujud dalam berbagai kegiatan, salah satunya melalui penyelenggaraan seminar internasional mengenai kultur jaringan kelapa, yang diinisiasi oleh Kemlu dengan menggandeng RoeKI dan IPB University sebagai mitra utama.

Seminar tersebut menjadi momentum penting dalam mempertemukan para pemangku kepentingan—mulai dari peneliti, akademisi, praktisi, hingga perwakilan negara sahabat—untuk membahas potensi besar kultur jaringan sebagai teknologi modern dalam perbanyakan bibit kelapa unggul. RoeKI hadir bukan hanya sebagai organisasi yang peduli pada pemberdayaan petani kelapa, tetapi juga sebagai jembatan antara dunia akademik, pemerintah, dan sektor masyarakat dalam memperluas adopsi inovasi pertanian.

Keterlibatan Kemlu dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa isu kelapa bukan sekadar persoalan sektor pertanian, tetapi juga bagian dari diplomasi ekonomi, ketahanan pangan, dan kerja sama internasional. Melalui platform ini, RoeKI bersama Kemlu dan IPB University berhasil menampilkan citra Indonesia sebagai negara yang tidak hanya kaya akan sumber daya kelapa, tetapi juga serius mengembangkan penelitian dan teknologi yang mendukung keberlanjutan industri kelapa global.

Kemitraan ini memiliki dampak yang signifikan, di antaranya:

  • Penguatan diplomasi ekonomi dengan menampilkan kelapa sebagai komoditas strategis dalam hubungan bilateral maupun multilateral.

  • Transfer pengetahuan melalui kolaborasi akademik antara RoeKI, IPB University, dan mitra internasional.

  • Peningkatan kapasitas petani melalui penerapan hasil riset kultur jaringan ke dalam praktik nyata di lapangan.

  • Citra positif Indonesia sebagai pusat inovasi kelapa di mata dunia.

Dengan adanya kerja sama ini, RoeKI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kemlu RI dalam berbagai inisiatif lain yang memperkuat peran kelapa Indonesia di tingkat nasional maupun global. Kemitraan ini juga menjadi bukti nyata bahwa sektor kelapa dapat menjadi pilar penting dalam diplomasi Indonesia, yang menghubungkan aspek ekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Pesantren Darunnajah

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menjalin kemitraan yang penuh makna dengan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining, Jasinga, melalui sebuah inisiatif besar dalam mewujudkan perkebunan kelapa wakaf. Kerja sama ini lahir dari pertemuan dan diskusi bersama yang berfokus pada gagasan menghadirkan wakaf dalam bentuk yang lebih produktif, berdaya guna, dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi umat, tidak hanya hari ini tetapi juga di masa depan.

Rencana perkebunan kelapa wakaf ini tidak berhenti pada sekadar menanam pohon kelapa. Inisiatif ini dirancang lebih luas sebagai upaya menanam kemandirian pangan, memperkuat ekonomi umat, dan menghadirkan keberkahan. Melalui pemanfaatan lahan wakaf untuk komoditas strategis seperti kelapa, pesantren dapat memiliki sumber daya yang berkesinambungan, yang hasilnya dapat mendukung pembiayaan pendidikan, pemberdayaan santri, serta program sosial yang lebih luas.

Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa konsep wakaf dapat bertransformasi dari sekadar aset pasif menjadi instrumen produktif. Dari satu pohon kelapa, tumbuh berbagai peluang: mulai dari produksi pangan, energi terbarukan, industri hilir bernilai tambah, hingga pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar pesantren. Dengan model wakaf produktif ini, keberkahan tidak hanya dirasakan oleh generasi hari ini, tetapi juga diwariskan kepada generasi mendatang.

Bagi RoeKI, kolaborasi dengan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining memiliki arti penting sebagai bentuk peran aktif dalam mendukung gerakan ekonomi umat berbasis kelapa. Selain memperkuat posisi kelapa sebagai komoditas unggulan Indonesia, kemitraan ini juga membuktikan bahwa pembangunan sektor kelapa dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai spiritual, sosial, dan keberlanjutan.

Melalui langkah awal ini, RoeKI bersama Pondok Pesantren Darunnajah Cipining ingin menunjukkan bahwa wakaf bukan hanya sebatas ibadah, tetapi juga solusi pembangunan ekonomi umat. Perkebunan kelapa wakaf akan menjadi contoh nyata bagaimana sebuah pohon kelapa dapat menjadi simbol produktivitas, kemandirian, dan keberkahan yang abadi.

Pesantren Darunnajah

Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menjalin kemitraan yang penuh makna dengan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining, Jasinga, melalui sebuah inisiatif besar dalam mewujudkan perkebunan kelapa wakaf. Kerja sama ini lahir dari pertemuan dan diskusi bersama yang berfokus pada gagasan menghadirkan wakaf dalam bentuk yang lebih produktif, berdaya guna, dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi umat, tidak hanya hari ini tetapi juga di masa depan.

Rencana perkebunan kelapa wakaf ini tidak berhenti pada sekadar menanam pohon kelapa. Inisiatif ini dirancang lebih luas sebagai upaya menanam kemandirian pangan, memperkuat ekonomi umat, dan menghadirkan keberkahan. Melalui pemanfaatan lahan wakaf untuk komoditas strategis seperti kelapa, pesantren dapat memiliki sumber daya yang berkesinambungan, yang hasilnya dapat mendukung pembiayaan pendidikan, pemberdayaan santri, serta program sosial yang lebih luas.

Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa konsep wakaf dapat bertransformasi dari sekadar aset pasif menjadi instrumen produktif. Dari satu pohon kelapa, tumbuh berbagai peluang: mulai dari produksi pangan, energi terbarukan, industri hilir bernilai tambah, hingga pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar pesantren. Dengan model wakaf produktif ini, keberkahan tidak hanya dirasakan oleh generasi hari ini, tetapi juga diwariskan kepada generasi mendatang.

Bagi RoeKI, kolaborasi dengan Pondok Pesantren Darunnajah Cipining memiliki arti penting sebagai bentuk peran aktif dalam mendukung gerakan ekonomi umat berbasis kelapa. Selain memperkuat posisi kelapa sebagai komoditas unggulan Indonesia, kemitraan ini juga membuktikan bahwa pembangunan sektor kelapa dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai spiritual, sosial, dan keberlanjutan.

Melalui langkah awal ini, RoeKI bersama Pondok Pesantren Darunnajah Cipining ingin menunjukkan bahwa wakaf bukan hanya sebatas ibadah, tetapi juga solusi pembangunan ekonomi umat. Perkebunan kelapa wakaf akan menjadi contoh nyata bagaimana sebuah pohon kelapa dapat menjadi simbol produktivitas, kemandirian, dan keberkahan yang abadi.