

Rumah Kita Bersama


Rumah Kita Bersama




KUNJUNGAN LAHAN PENANAMAN DI INNOVATION VALLEY, JONGGOL - BOGOR
(Langkah Awal Pembangunan Coco Learning Center sebagai Pusat Inovasi dan Edukasi Kelapa Nasional)
Sebagai bagian dari agenda kolaborasi strategis dengan dunia akademik, Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) melakukan kunjungan lapangan ke lahan milik IPB University yang terletak di kawasan Innovation Valley, Jonggol – Bogor.
Kegiatan ini merupakan langkah awal penjajakan kerja sama konkret antara RoeKI dan IPB University untuk pembangunan Coco Learning Center, sebuah fasilitas inovatif yang dirancang menjadi pusat pengembangan ilmu, teknologi, dan kewirausahaan berbasis kelapa.
Kunjungan ini dihadiri oleh perwakilan dari Yayasan Roemah Kelapa Indonesia, Fakultas Pertanian IPB University, serta tim teknis dari Innovation Valley IPB. Tim bersama-sama melakukan survey teknis lapangan, mencakup identifikasi potensi lahan, kondisi agroklimat, akses infrastruktur, serta kesesuaian lokasi untuk pengembangan demplot edukatif dan fasilitas riset terpadu.
Tujuan dan Konsep Pengembangan:
Pembangunan Coco Learning Center sebagai pusat inovasi dan pembelajaran kelapa nasional.
Fasilitas ini akan menjadi wadah kolaboratif bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, pelaku industri, dan komunitas petani untuk mengembangkan riset terapan, teknologi pengolahan, serta model bisnis berbasis kelapa.Integrasi riset, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Coco Learning Center akan berfungsi sebagai hub untuk pelatihan teknis, pendampingan wirausaha, serta kegiatan vokasi yang mempersiapkan tenaga terampil di sektor kelapa dari hulu ke hilir.Penciptaan ekosistem kelapa modern yang berkelanjutan.
Dengan memanfaatkan lahan IPB di Innovation Valley, proyek ini akan menerapkan pendekatan smart agro-innovation — memadukan teknologi pertanian cerdas, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dan pengembangan bioindustri kelapa.Mendorong Indonesia menjadi pusat riset dan inovasi kelapa dunia.
Coco Learning Center diharapkan menjadi referensi internasional bagi pengembangan kelapa tropis, menghubungkan jejaring akademik, lembaga riset, dan mitra industri global.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kemitraan strategis antara RoeKI dan IPB University, di mana kedua institusi berkomitmen membangun model kerja sama yang berorientasi pada riset terapan, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis kelapa.
Melalui kunjungan ini, RoeKI dan IPB menegaskan visi bersama untuk menghadirkan Coco Learning Center sebagai simbol kebangkitan ekosistem kelapa Indonesia — tempat di mana pengetahuan, inovasi, dan nilai-nilai keberlanjutan berpadu untuk menciptakan masa depan industri kelapa yang inklusif, produktif, dan berdaya saing global.



KUNJUNGAN LAHAN PENANAMAN
Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) melakukan kunjungan ke lahan milik IPB University di Jonggol sebagai langkah awal penjajakan kerja sama strategis. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan survei lahan yang direncanakan akan menjadi lokasi pembangunan Coco Learning Center di kawasan IPB Park Jonggol.
Coco Learning Center diharapkan menjadi pusat inovasi, riset, dan edukasi yang berfokus pada pengembangan kelapa. Melalui fasilitas ini, berbagai pihak mulai dari akademisi, peneliti, petani, hingga pelaku industri dapat berkolaborasi dalam menciptakan solusi berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah kelapa, serta memperkuat peran Indonesia dalam industri kelapa global.
Dengan hadirnya Coco Learning Center, RoeKI dan IPB berkomitmen membangun ekosistem kelapa terpadu yang mendukung pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.



PENANAMAN KELAPA GENJAH PANDAN WANGI
(Simbol Dimulainya Kolaborasi Strategis RoeKI dan IPB University dalam Penguatan Ekosistem Kelapa Nasional)
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) dan Fakultas Pertanian IPB University, telah dilaksanakan kegiatan penanaman perdana Kelapa Genjah Pandan Wangi di kawasan Innovation Valley, Jonggol – Bogor.
Kegiatan simbolis ini menjadi momentum bersejarah yang menandai dimulainya kolaborasi strategis antara dunia akademik dan dunia usaha untuk membangun sistem pengembangan kelapa nasional yang berkelanjutan, modern, dan terintegrasi.
Penanaman dilakukan bersama oleh perwakilan IPB University, tim Roemah Kelapa Indonesia, serta mitra pendukung program inovasi kelapa nasional. Acara ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama, tetapi juga mencerminkan semangat aksi nyata dalam memperkuat sektor kelapa sebagai komoditas strategis Indonesia.
Makna dan Tujuan Inisiatif:
Mendorong pengembangan varietas kelapa unggulan nasional – Kelapa Genjah Pandan Wangi dikenal memiliki masa berbuah cepat (3–4 tahun), produktivitas tinggi, serta kualitas air kelapa dan daging buah yang sangat baik untuk industri pangan dan minuman fungsional.
Mewujudkan ketahanan pangan dan energi berbasis kelapa – Varietas ini berpotensi besar dikembangkan untuk mendukung program nasional ketahanan pangan dan bioekonomi tropis, mengingat karakteristiknya yang adaptif terhadap berbagai kondisi agroklimat.
Mengintegrasikan riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat – Melalui kolaborasi RoeKI dan IPB University, kegiatan ini akan berlanjut pada penelitian genetik, pengembangan kultur jaringan, serta model demplot edukatif untuk pelatihan petani dan mahasiswa vokasi.
Membangun jejaring inovasi kelapa nasional – Penanaman ini menjadi bagian dari rencana besar pembentukan “Coconut Innovation Valley” sebagai pusat riset, pelatihan, dan inkubasi usaha berbasis kelapa di Indonesia.
Dalam sambutannya, perwakilan RoeKI menegaskan bahwa Kelapa Genjah Pandan Wangi tidak hanya simbol varietas unggul, tetapi juga representasi dari semangat regenerasi dan modernisasi industri kelapa Indonesia. Melalui kolaborasi ini, RoeKI dan IPB University berkomitmen membangun sistem yang menghubungkan akademisi, peneliti, pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam satu ekosistem pengembangan kelapa yang inklusif dan berdaya saing global.
Kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk membangun model kebun percontohan kelapa genjah terintegrasi yang akan menjadi pusat edukasi dan riset berkelanjutan, dengan fokus pada pemuliaan, budidaya cerdas (smart farming), hingga pemanfaatan produk turunan bernilai tinggi.
Melalui inisiatif ini, Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menegaskan visinya untuk menjadikan kelapa bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan pilar utama bioekonomi masa depan Indonesia — yang menghubungkan tradisi, ilmu pengetahuan, dan inovasi demi kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan.



PENANAMAN KELAPA GENJAH PANDAN WANGI
Dalam rangkaian acara Signing MoA antara Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) dan Fakultas Pertanian IPB University di Innovation Valley, Jonggol – Bogor, telah dilakukan gerakan penanaman Kelapa Genjah Pandan Wangi sebagai simbol dimulainya kolaborasi strategis.
Inisiatif ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan kelapa unggulan di Indonesia. Varietas Genjah Pandan Wangi dikenal memiliki produktivitas tinggi, masa panen cepat, serta potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan, pertanian berkelanjutan, dan peningkatan kesejahteraan petani.
Melalui kegiatan ini, RoeKI dan IPB menegaskan komitmen untuk memperkuat ekosistem kelapa nasional, menghubungkan akademisi, peneliti, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam satu gerakan bersama.



PELATIHAN INDUSTRI ARANG BRIKET
(Pemberdayaan Petani dan UMKM Kelapa Menuju Industri Hijau dan Ekspor Berkelanjutan)
Sebagai upaya nyata dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sektor kelapa nasional, Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) menyelenggarakan Pelatihan Produksi Arang Briket yang berlangsung di Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang – Banten.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan diikuti oleh petani kelapa, pelaku UMKM, dan perwakilan koperasi dari berbagai wilayah di sekitar Banten.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program “Penguatan Kapasitas Hulu-Hilir Industri Kelapa” yang diinisiasi RoeKI untuk membangun ekosistem industri rakyat berbasis inovasi dan keberlanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diberikan pemahaman teoritis, tetapi juga pelatihan teknis langsung di lapangan mengenai proses pengolahan tempurung kelapa menjadi arang aktif dan briket berkualitas ekspor.
Tujuan Pelatihan:
Meningkatkan kompetensi dan daya saing petani serta UMKM kelapa agar mampu menghasilkan produk turunan bernilai tinggi yang memenuhi standar pasar global.
Mengoptimalkan pemanfaatan limbah tempurung kelapa, yang sebelumnya tidak termanfaatkan, menjadi produk energi terbarukan seperti arang dan briket ramah lingkungan.
Mendorong pengembangan ekonomi sirkular berbasis desa, di mana limbah produksi dapat diolah kembali menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.
Mempersiapkan pelaku usaha kecil untuk terhubung dengan pasar ekspor, melalui pendampingan bisnis dan standarisasi mutu produk sesuai dengan kebutuhan pasar Eropa, Timur Tengah, dan Asia Timur.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan dari tim teknis RoeKI dan mitra industri arang nasional, meliputi:
Proses karbonisasi dan pengendalian suhu pembakaran tempurung kelapa.
Teknik pencampuran dan pemadatan bahan untuk menghasilkan briket dengan densitas dan kadar air sesuai standar ekspor.
Pengemasan, pelabelan, dan sertifikasi mutu produk.
Strategi pemasaran, ekspor, serta model bisnis koperasi-produsen arang briket.
Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi aktif antara peserta dan tim RoeKI mengenai potensi integrasi industri arang dengan pengolahan sabut, minyak, dan air kelapa, sehingga tercipta ekosistem usaha terpadu berbasis satu komoditas — kelapa.
RoeKI melihat bahwa industri arang briket merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan ekspor produk kelapa Indonesia, terutama karena permintaan global terus meningkat untuk energi alternatif ramah lingkungan.
Melalui pelatihan ini, RoeKI menegaskan komitmennya untuk:
Membantu daerah-daerah penghasil kelapa membangun industri hilir mandiri.
Mencetak wirausaha baru di bidang energi biomassa.
Menjadikan Indonesia sebagai pusat produksi dan inovasi arang briket kelapa dunia.
Kegiatan ini diharapkan menjadi model pelatihan berkelanjutan yang akan diterapkan di berbagai daerah lain, bekerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga riset, dan mitra industri, sebagai bagian dari program nasional “Desa Energi Kelapa” yang diusung oleh Roemah Kelapa Indonesia.




KUNJUNGAN LAPANGAN KE TANJUNG JABUNG BARAT
Dalam rangka memperkuat langkah nyata pembangunan industri kelapa nasional yang berkelanjutan, tim Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) bersama sejumlah mitra strategis melaksanakan kunjungan lapangan ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari rangkaian program percepatan hilirisasi kelapa nasional yang diinisiasi RoeKI bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga riset, serta mitra usaha nasional dan internasional.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh perwakilan Yayasan RoeKI dan disambut hangat oleh Bupati Tanjung Jabung Barat beserta jajaran dinas terkait, seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Koperasi dan UKM, serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Dalam pertemuan resmi tersebut, kedua belah pihak membahas secara mendalam mengenai rencana pembangunan kawasan industri kelapa terpadu yang mencakup empat pilar utama:
Produksi dan Hilirisasi — penguatan rantai nilai kelapa mulai dari kebun hingga produk turunan bernilai tinggi seperti MCT oil, VCO, cocopeat, cocofiber, arang briket, dan bioenergi.
Riset dan Inovasi — kolaborasi dengan lembaga riset nasional dan perguruan tinggi seperti IPB University, BRIN, dan lembaga riset internasional untuk pengembangan bioteknologi kelapa dan diversifikasi produk.
Pendidikan dan Vokasi Kelapa — pendirian Sekolah Vokasi Kelapa pertama di Indonesia di bawah inisiasi Pemkab Tanjung Jabung Barat dan RoeKI sebagai pusat pelatihan teknis, riset terapan, dan inkubasi wirausaha berbasis kelapa.
Pemberdayaan Petani dan Koperasi — pembentukan model bisnis koperasi modern untuk memperkuat akses pasar, pembiayaan, serta peningkatan kesejahteraan petani kelapa rakyat.
Selain melakukan dialog strategis, tim RoeKI juga meninjau langsung lahan percontohan, area perkebunan rakyat, serta calon lokasi kawasan industri dan pusat pelatihan vokasi kelapa. Kegiatan lapangan ini dimaksudkan untuk memastikan kesiapan infrastruktur, ketersediaan bahan baku, serta potensi pengembangan rantai pasok berbasis wilayah.
Hasil kunjungan ini menghasilkan sejumlah komitmen tindak lanjut, di antaranya: penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan RoeKI, rencana penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA) dengan IPB University, serta penyiapan roadmap pembangunan industri kelapa terpadu yang akan diajukan ke Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan lembaga pendukung investasi seperti BKPM dan Islamic Development Bank (IsDB).
Melalui kegiatan ini, RoeKI menegaskan peran Indonesia sebagai global player dalam industri kelapa dunia. Tidak hanya sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga sebagai penggerak inovasi dan ketahanan ekonomi berbasis sumber daya kelapa — mulai dari pangan, energi, hingga material hijau berkelanjutan.
Kunjungan lapangan ke Tanjung Jabung Barat menjadi langkah konkret menuju visi besar RoeKI: menjadikan kelapa sebagai “tanaman masa depan Indonesia”, penggerak ekonomi rakyat, dan sumber solusi global untuk ketahanan pangan dan energi hijau.




KUNJUNGAN LAPANGAN KE SULAWESI
(Menelusuri Potensi Kelapa Rakyat di Polewali Mandar dan Majene untuk Pengembangan Industri Berkelanjutan)
Sebagai bagian dari misi nasional untuk memperkuat hilirisasi dan ekosistem industri kelapa Indonesia, Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) melaksanakan kunjungan lapangan ke Provinsi Sulawesi Barat, khususnya ke Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene.
Kegiatan ini menjadi tindak lanjut dari inisiatif RoeKI dalam memetakan potensi kawasan kelapa rakyat di wilayah timur Indonesia, yang memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku sekaligus penguatan ekonomi daerah berbasis kelapa.
Tim RoeKI yang terdiri dari perwakilan yayasan, konsultan teknis, serta mitra pengembangan daerah disambut langsung oleh jajaran pemerintah kabupaten, dinas perkebunan dan peternakan, serta sejumlah kelompok tani dan koperasi kelapa lokal. Kunjungan ini meliputi observasi lapangan, dialog teknis, serta penjajakan kerja sama strategis dengan pemerintah daerah dan lembaga pendidikan tinggi di kawasan tersebut.
Dalam kunjungan ke Kabupaten Polewali Mandar, tim RoeKI meninjau sentra perkebunan kelapa rakyat dan berdiskusi dengan para petani mengenai kondisi produktivitas, tantangan harga, serta peluang diversifikasi produk turunan kelapa. Wilayah ini dikenal memiliki varietas kelapa unggul yang berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku Virgin Coconut Oil (VCO), cocopeat, cocofiber, serta biochar. RoeKI juga melakukan asesmen awal terhadap kesiapan infrastruktur dan potensi pembentukan pusat pengolahan kelapa terpadu skala daerah, yang akan dikembangkan secara kolaboratif bersama pemerintah dan koperasi petani.
Sementara di Kabupaten Majene, RoeKI melakukan audiensi dengan pemerintah daerah dan Dinas Perkebunan, membahas rencana pengembangan program pelatihan dan vokasi kelapa berbasis masyarakat. Majene diproyeksikan menjadi salah satu kawasan percontohan pelatihan terpadu bagi petani, pelaku UMKM, dan generasi muda dalam bidang pengolahan kelapa dan produk turunannya. Diskusi juga menyoroti peluang sinergi antara RoeKI dan universitas lokal untuk memperkuat riset serta inovasi di sektor kelapa.
Rangkaian kunjungan di kedua kabupaten ini menghasilkan sejumlah kesepakatan tindak lanjut, antara lain:
Pembentukan tim kerja daerah untuk pemetaan potensi kelapa rakyat dan rantai pasok hulu-hilir.
Penyusunan rencana kerja sama formal (MoU dan MoA) antara pemerintah daerah dan RoeKI dalam pengembangan industri kelapa terpadu.
Persiapan pelatihan teknis dan vokasi kelapa yang akan melibatkan petani, pelaku koperasi, dan UMKM lokal.
Penjajakan model investasi daerah yang dapat menghubungkan pelaku usaha lokal dengan investor nasional maupun internasional.
Melalui kunjungan lapangan ini, RoeKI menegaskan komitmennya untuk menghubungkan potensi daerah dengan ekosistem nasional dan global industri kelapa. Sulawesi Barat, dengan kekayaan sumber daya alam dan semangat petani kelapanya, menjadi bagian penting dari peta besar transformasi industri kelapa Indonesia yang berorientasi pada nilai tambah, kesejahteraan petani, dan keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan ini juga mencerminkan peran aktif RoeKI sebagai mitra strategis pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong Indonesia menjadi pusat inovasi dan produksi kelapa dunia, sekaligus memastikan bahwa pengembangan sektor ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di tingkat akar rumput.


KUNJUNGAN LAPANGAN BERSAMA RWTH UNIVERSITY KE TANJUNG JABUNG BARAT
Kolaborasi Riset Internasional untuk Mempercepat Transformasi Industri Kelapa Berbasis Bioekonomi
Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) kembali melakukan langkah penting dalam perluasan jaringan kolaborasi global melalui kunjungan kerja bersama Dr. Justin Kuehn, peneliti dari RWTH Aachen University, Jerman, ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda strategis untuk membangun kemitraan riset dan teknologi yang dapat mempercepat lahirnya industri kelapa berkelanjutan di Indonesia.
Berbeda dengan kunjungan pertama yang lebih banyak berfokus pada penyelarasan program hilirisasi dan perencanaan kawasan industri kelapa, kunjungan kali ini diarahkan pada asesmen teknis dan pengembangan gagasan riset terapan yang dapat mendukung terbentuknya Integrated Coconut-Based Bioeconomy di wilayah tropis.
Pertemuan dengan Pemerintah Daerah
Setibanya di Tanjung Jabung Barat, Dr. Kuehn dan tim RoeKI diterima oleh Wakil Bupati beserta jajaran dinas teknis terkait. Diskusi berlangsung secara intensif dengan fokus pada:
peluang pemanfaatan teknologi konversi biomassa kelapa,
integrasi riset internasional ke dalam program daerah,
serta pengembangan model bioindustri kelapa yang dapat diterapkan secara bertahap di tingkat kabupaten.
Di kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten menyampaikan kesiapan mereka untuk menjadi lokasi percontohan nasional bagi pengembangan industri kelapa berbasis riset dan inovasi global.
Asesmen Lapangan dan Observasi Teknik
Selama kegiatan lapangan, Dr. Kuehn melakukan pengamatan langsung terhadap:
kondisi perkebunan kelapa rakyat,
potensi limbah biomassa yang selama ini belum termanfaatkan,
lokasi rencana pusat pelatihan vokasi kelapa,
serta area prospektif untuk pembangunan fasilitas bioindustri.
Fokus utama asesmen ini adalah mengidentifikasi peluang penggunaan teknologi Eropa dalam mengolah sabut, tempurung, air kelapa, dan bahan organik lainnya menjadi energi bersih, biopolymer, dan material ramah lingkungan.
Temuan-temuan awal dari Dr. Kuehn memberikan gambaran bahwa potensi Tanjung Jabung Barat sangat besar untuk menjadi pusat inovasi bioekonomi kelapa skala regional.
Inisiasi Proyek Riset Bersama
Kunjungan ini menghasilkan kesepahaman awal antara:
RWTH Aachen University,
RoeKI,
IPB University, dan
BRIN
untuk merumuskan proyek riset kolaboratif yang mencakup:
Teknologi konversi limbah kelapa menjadi bioenergi dan bahan bernilai tinggi,
Pengembangan material hijau berbasis serat dan biomassa kelapa,
Optimalisasi proses pascapanen melalui pendekatan rekayasa teknik,
Transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM lokal melalui Sekolah Vokasi Kelapa.
Kesepahaman ini menjadi landasan penting menuju kerja sama formal yang akan dituangkan dalam MoA dan proposal penelitian terapan lintas negara.
Langkah Awal Menuju Pilot Project Bioekonomi Kelapa
Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama RoeKI menyatakan komitmen untuk menjadikan wilayah mereka sebagai pilot project nasional yang mengintegrasikan:
petani,
koperasi,
pemerintah,
akademisi nasional, dan
institusi riset internasional.
Dengan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi dari Eropa, Tanjung Jabung Barat berpotensi menjadi model baru transformasi industri kelapa yang modern, berkelanjutan, dan inklusif.
Babak Baru Diplomasi Riset dan Inovasi
Kunjungan Dr. Justin Kuehn tidak hanya memperkuat hubungan antara RoeKI dan mitra internasional, tetapi juga menandai era baru diplomasi ekonomi berbasis kelapa. Melalui pendekatan ilmiah dan pemanfaatan teknologi rendah karbon, Indonesia berkesempatan memimpin inovasi global di sektor kelapa – tidak hanya sebagai produsen bahan baku, tetapi sebagai pusat pengembangan bioekonomi tropis yang berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa masa depan industri kelapa Indonesia tidak hanya dibangun di dalam negeri, tetapi juga melalui jejaring riset dunia yang saling menguatkan.



KONTRIBUSI ROEKI DALAM KOLABORASI INDONESIA–JERMAN DI BIDANG KEBERLANJUTAN
Roemah Kelapa Indonesia (RoeKI) secara konsisten memperoleh kepercayaan untuk terlibat aktif dalam berbagai forum strategis, dialog tingkat tinggi, serta agenda kolaboratif berskala nasional dan internasional, khususnya dalam rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh EKONID (Kamar Dagang dan Industri Jerman–Indonesia) serta berbagai institusi dan jaringan industri dari Jerman.
Beberapa forum bergengsi yang telah diikuti RoeKI antara lain Circular Economy Forum, German Automation Delegation, German Waste Management and Recycling Forum, serta Roundtable Discussion bersama Federal Ministry for Economic Affairs & Energy (Kementerian Federal Jerman untuk Urusan Ekonomi dan Energi). Forum-forum tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, pelaku industri, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan keberlanjutan untuk membahas pengembangan industri hijau, otomasi industri, sistem pengelolaan limbah, serta transisi energi terbarukan.
Melalui berbagai forum tersebut, RoeKI secara aktif berkontribusi dalam diskusi mengenai pengembangan bioenergi berbasis kelapa, penerapan prinsip ekonomi sirkular, penguatan rantai pasok berkelanjutan, serta peluang kolaborasi industri lintas negara antara Indonesia dan Jerman. Keterlibatan RoeKI mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan para mitra internasional terhadap kapasitas kelembagaan, kompetensi teknis, dan peran strategis RoeKI dalam pengembangan industri berbasis sumber daya terbarukan.
Melalui keikutsertaan berkelanjutan dalam forum-forum internasional ini, RoeKI tidak hanya berperan sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pertukaran pengetahuan, pembahasan tren pasar dan regulasi global, inovasi teknologi, serta pengembangan kolaborasi lintas sektor yang nyata. Seluruh upaya ini mendukung percepatan transisi energi nasional serta peningkatan daya saing global industri kelapa Indonesia secara berkelanjutan.


